Last Time I Saw You - Game Indie yang Hangat, Nostalgik, dan Penuh Perasaan
Ada game yang tidak perlu aksi bombastis atau pertarungan epik untuk meninggalkan kesan mendalam. Last Time I Saw You adalah salah satunya. Game indie ini menawarkan pengalaman yang tenang, emosional, dan penuh nostalgia, dengan latar pedesaan Jepang tahun 1980-an. Cocok buat kita yang ingin “menikmati cerita” alih-alih sekadar menaklukkan tantangan.
Kisah Tentang Tumbuh Dewasa dan Cinta Pertama
Last Time I Saw You termasuk dalam genre narrative adventure dengan sentuhan coming-of-age. Ceritanya berpusat pada Ayumi, seorang anak laki-laki yang hidup di kota kecil dan mulai mengalami hal-hal aneh setelah munculnya badai besar dan seorang gadis misterius yang sering hadir dalam mimpinya.
Di balik premis sederhana tersebut, game ini membahas tema yang cukup dalam, mulai dari cinta pertama, persahabatan, hubungan keluarga, hingga mitologi Jepang seperti yokai dan roh hutan. Ceritanya tidak terburu-buru dan memberi ruang bagi playernya untuk benar-benar meresapi emosi para karakternya. Rasanya seperti menonton film animasi Jepang lawas yang hangat dan sedikit melankolis.
Gameplay Santai, Fokus Menikmati Perjalanan
Dari sisi gameplay, Last Time I Saw You bukanlah game yang menuntut refleks cepat atau skill tinggi. Game ini menggunakan perspektif 2D side-scrolling dengan fokus utama pada eksplorasi dan interaksi cerita. Kita akan berjalan-jalan di kota kecil, sekolah, rumah, hingga hutan, sambil berbincang dengan banyak karakter yang masing-masing punya cerita sendiri.
Elemen platforming dan puzzle hadir, tapi sifatnya ringan dan tidak pernah terasa menyulitkan. Sesekali, Ayumi juga harus menghadapi roh gelap menggunakan tongkat baseball, namun bagian aksi ini lebih berfungsi sebagai variasi, bukan inti permainan. Side quest dan item koleksi juga tersedia untuk kita yang ingin menggali cerita lebih dalam, meski semuanya bersifat opsional.
Cerita dan Karakter yang Jadi Kekuatan Utama
Kalau harus menunjuk satu aspek terbaik dari game ini, jawabannya jelas: ceritanya. Narasi Last Time I Saw You mengalir dengan mulus dan terasa bahwa pengembang benar-benar ingin menceritakan perjalanan emosional seorang anak yang sedang belajar memahami dunia dan perasaannya sendiri.
Karakter-karakter pendukungnya terasa hidup dan manusiawi, mulai dari teman sekolah yang usil, orang tua yang perhatian dengan caranya sendiri, hingga makhluk yokai yang unik dan kadang menggelitik. Meski tidak ada voice acting dan semua dialog disampaikan lewat teks, kualitas penulisannya cukup kuat untuk menyampaikan emosi tanpa terasa hambar.
Desain Level yang Sederhana Tapi Bermakna
Dunia dalam Last Time I Saw You tidak terlalu besar, namun dirancang dengan rapi dan penuh tujuan. Area baru akan terbuka seiring perkembangan cerita, membuat eksplorasi terasa alami dan tidak membingungkan. Lingkungan hutan juga memiliki variasi yang cukup, mulai dari area terbuka hingga lokasi tersembunyi.
Untuk mengurangi rasa capek akibat bolak-balik tempat, game ini menyediakan sistem fast travel. Alhasil, meski ada sedikit backtracking, semuanya masih terasa nyaman dan tidak mengganggu alur permainan.
Visual 2D yang Hangat dan Penuh Nostalgia
Secara visual, Last Time I Saw You tampil dengan gaya 2D hand-drawn yang penuh warna dan nuansa nostalgia. Palet warna hangat dan desain lingkungan yang detail sukses menciptakan atmosfer pedesaan Jepang tahun 80-an yang tenang dan damai.
Animasi karakternya memang tidak berlebihan, tapi cukup halus dan ekspresif untuk mendukung cerita. Gaya visualnya terasa artsy dan punya identitas kuat, cocok dengan tema cerita yang intim dan personal.
Tingkat Kesulitan yang Ramah untuk Semua Player
Soal tingkat kesulitan, game ini tergolong ramah player kasual. Tantangan yang ada tidak pernah terasa menghukum, meski ada beberapa bagian platforming yang membutuhkan timing sederhana. Tidak ada pertarungan bos yang benar-benar sulit, sehingga kita bisa fokus menikmati cerita tanpa stres.
Satu hal yang mungkin sedikit mengganggu adalah absennya sistem autosave. Kita harus menyimpan progres secara manual di titik tertentu. Meski bukan masalah besar, ini tetap perlu diperhatikan agar tidak kehilangan progres.
Kesimpulan: Game Kecil dengan Cerita Besar
Last Time I Saw You adalah contoh sempurna bagaimana game indie bisa menghadirkan pengalaman yang sederhana namun berkesan. Dengan cerita emosional, karakter yang kuat, visual yang hangat, dan gameplay santai, game ini sangat cocok untuk player yang menyukai game berbasis narasi dan suasana.
Jika kita mencari game yang bisa dimainkan sambil bersantai, merenung, dan menikmati cerita yang menyentuh, Last Time I Saw You adalah pilihan yang sangat layak untuk dicoba.







0 Response to " Last Time I Saw You apk "
Post a Comment